Fahmizamzami's Blog

16 September 2009

Hukum Katup dalam Kepemimpinan

Filed under: Bisnis — fahmizamzami @ 10:09 am

Dalam dunia kepemimpinan (leadership) berlaku yang namanya Hukum Katup. Menurut John C. Maxwell, seorang pakar dan praktisi kepemimpinan, “Katup seorang pemimpin akan menentukan besar kecilnya organisasi, bisnis, atau jaringan yang dipimpinnya.”

Hukum Katup menyebutkan bahwa besarnya usaha atau bisnis seseorang tidak akan pernah melebihi katup yang dimilikinya. Misalnya dalam skala 1 sampai 10, jika seorang pemimpin memiliki nilai katup 7, maka besarnya organisasi atau bisnis yang dijalankannya maksimal bernilai 6. Jika ia ingin memperbesar bisnisnya menjadi 8 maka ia terlebih dahulu harus mampu memperbesar katupnya sendiri menjadi 9.

Katup merupakan sesuatu yang bersifat internal dalam diri seseorang, dan tidak dipengaruhi oleh kondisi eksternal (situasi, kondisi, lingkungan, dsb). Ketika Anda melihat sebuah peluang bisnis misalnya, namun kemudian Anda merasa pesimis atau tidak begitu yakin, maka sesungguhnya Anda sedang memasang katup Anda sendiri.

Coba Anda tanyakan kepada 3 orang teman Anda yang berbeda, berapa target penghasilan pribadi (per bulan) yang diinginkan mereka 5 tahun dari sekarang. Orang pertama mungkin akan menjawab, “Wah, saya nggak kepikiran tuh pasang target. Lihat nanti aja lah, moga-moga besar.”
Orang kedua mungkin akan menjawab, “Saya sih pengennya bisa punya penghasilan paling nggak 5 juta per bulan.”
Orang ketiga mungkin akan menjawab, “Target saya 5 tahun lagi, saya harus punya penghasilan 50 juta per bulan.”

Apa yang membedakan ketiga orang tersebut dalam memberikan jawaban sehingga muncul angka yang berbeda, berikut kalimat penyampaian yang berbeda pula? Jawabannya adalah impian dan keyakinan yang berbeda. Impian dan keyakinan adalah katup yang akan menentukan sukses tidaknya masa depan seseorang. Tentunya Anda bisa menilai katup siapa yang paling besar di atas.

Belum tentu orang yang ketiga tersebut saat ini sedang berada dalam kondisi yang lebih baik dibandingkan orang kedua, apalagi dibandingkan orang pertama. Bahkan boleh jadi justeru kondisinya lebih buruk. Tapi ia lebih mampu membuka katupnya lebih besar lagi.

Ketika masih muda, Thomas Watson memulai usahanya dengan menjadi salesman alat musik door to door dalam kehidupannya yang serba miskin. Namun kemudian dia mampu membeli sebuah perusahaan permesinan yang hampir bangkrut dan berhasil mendirikan IBM.

Kolonel Sanders telah membuka katup keyakinannya sedemikian besar, sehingga ia berani mempertaruhkan uang pensiunnya untuk keliling Amerika demi menawarkan resep ayam goreng miliknya. Ternyata dia harus mengalami penolakan sebanyak 1.009 kali, sebelum kemudian ia bertemu dengan orang yang ke-1.010 yang tertarik dan mau membeli resepnya. Maka berdirilah Kentucky Fried Chicken.

Soichiro Honda juga mengawali usahanya dengan banyak pengalaman pahit. Pada saat pertama kali Soichiro Honda mendirikan perusahaan, dalam waktu singkat perusahaannya merugi dan bangkrut. Dia dirikan lagi perusahaan kedua, tapi nasib sial menimpanya. Pabrik yang dibangunnya dengan susah payah untuk menebus kegagalan sebelumnya itu hancur terkena serangan bom pada saat Perang Dunia II. Dia tidak menyerah dan berusaha bangkit kembali dengan membangun perusahaan untuk ketiga kalinya. Alhasil, lagi-lagi mengalami bangkrut total. Setelah bangkit lagi keempat kalinya, akhirnya Soichiro Honda sukses mendirikan Honda Motor Company.

Sejarah telah mencatat, ada ribuan kisah orang sukses yang berangkat dari kondisi yang tidak mendukung atau sulit. Ini merupakan bukti bahwa katup seseorang tidaklah dipengaruhi oleh keadaan atau kondisi eksternalnya.

Termasuk pada saat Anda sedang menjalankan bisnis DYNASIS, atau bisnis/usaha yang lain, tentunya akan dijumpai yang namanya situasi dan kondisi yang negatif. Keadaan itu dapat berupa: penolakan dari prospek, omset atau bonus menurun, perkembangan bisnis mengalami stagnasi atau bahkan rontok, banyak downline yang mengeluh, dsb.

Jika kemudian Anda mengeluh, merasa down, jadi kecewa dan frustasi, jadi pesimis, atau merasa kreativitas Anda sudah buntu, apalagi Anda mulai menyalahkan orang/pihak lain, maka sesungguhnya Anda sedang memasang katup pada diri Anda sendiri. Sebab katup berkaitan juga dengan sikap.

Sadarilah, Anda tidak akan pernah mengalami down jika Anda tidak mengizinkan pikiran dan perasaan Anda sendiri untuk mengalami down. David J. Schwartz mengatakan dalam bukunya yang berjudul The Magic of Thinking Big, “Anda adalah apa yang Anda pikirkan. Jika Anda berpikir bisa, maka Anda pasti bisa!”

Ketika Anda membiarkan diri Anda merasa down, maka secara otomatis Hukum Katup akan berbicara, bisnis atau jaringan Anda akan down juga. Dalam organisasi jaringan Anda, Anda adalah pemimpin bagi downline-downline Anda. Anda adalah katup bagi bisnis Anda, dan juga katup bagi bisnis downline-downline Anda.

Anda tidak bisa mengarahkan downline Anda untuk mensponsori banyak frontline jika Anda sendiri tidak mensponsori banyak frontline. Anda tidak bisa berharap bisnis Anda akan bergerak dengan sendirinya jika Anda sendiri tidak bergerak. Jadi jangan pernah berhenti mensponsori orang hingga impian Anda terwujud.

Mustahil Anda akan mengalami down atau pesimis ketika Anda sedang giat mensponsori frontline-frontline baru. Kalau Anda sedang mengalami down atau pesimis, bisa dipastikan Anda sedang berada dalam kondisi diam. Sebab down atau pesimis, atau pikiran negatif lainnya, hanya akan menyerang orang-orang yang berdiam diri atau berhenti terlalu lama. Pisau yang lama tidak digunakan akan menjadi tumpul; logam yang didiamkan terlalu lama akan berkarat.

Jadi perbesar katup Anda dengan terus bergerak secara konsisten. Konsistensi dalam bergerak akan terus memperbesar antusiasme dan keyakinan Anda. Antusiasme dan keyakinan Anda yang besar, dan terus membesar, merupakan energi dahsyat yang akan menular kepada jaringan Anda. Disadari atau tidak, Anda akan menjadi orang yang berpengaruh terhadap orang lain. Karena kharisma dan aura positif Anda secara otomatis akan muncul.

Roger Dawson, seorang pakar personality, mengatakan, “Orang akan mau mengikuti orang lain karena konsistensi.” ***

Ditulis oleh:

Nurkholis
Marketing Manager PT Dynasis Golden Infinity

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Rubric Theme. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: