Buya Yahya Menerangkan Tentang Sholat dalam Perjalanan

Setelah mendengar penjelasan Buya Yahya, ternyata batas jarak untuk meng qosor sholat itu 84 km. Jika lebih dekat dari 84 km maka tidak di qasar, hanya jama saja.

Sekarang ini mudah menentukan jarak tujuan, tinggal buka smartphone buka aplikasi peta berbasis gps, atau kalo hp habis daya, bisa dikira2 saja. Setelah jarak /perkiraan jarak diketahui, barulah kita putuskan apakah sholatnya di jama qosor atau jama saja.

Sholat Jama dibagi 2 yaitu jama takdim dan jama takhir, perbedaannya sebagai berikut: eh langsung simak aja ya videonya, mau lanjut kerja lagi nih.

Tentang Sholat Jumat

Beberapa pertanyaan seputar sholat jumat :

  • Bolehkah Sholat Tahiyatul Masjid Ketika Khotib Berkhutbah

Jawaban:

Boleh melakukan sholat tahiyatul masjid 2 rokaat yang ringan. Simak detailnya di video berikut:

 

  • Apa hukum membaca sholawat dengan suara lantang sebelum adzan jumat?

Jawaban:

 

  • Apa hukum sholat 2 rakaat sebelum khutbah dan 2 rakaat sesudah sholat jumat?

Jawaban:

Sholat 2 rakaat sebelum khutbah dan 2 rakaat sesudah sholat jumat hukumnya sunnah, tetapi lebih sempurna jika dilakukan 4 rakaat sebelum khutbah jika khotib belum naik mimbar dan jika khotib sudah naik mimbar, lakukan 2 rakaat dan dipercepat. Selengkapnya ada di link berikut:

link 1: http://nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,10-id,12161-lang,id-c,ubudiyah-t,Shalat+Qabliyah+dan+Ba++8217+diyah+Jum++8217+at-.phpx

link 2: http://www.idrusramli.com/2013/adakah-shalat-sunnah-qabliyah-jumat/

  • Apa hukum membaca Al Fatihah yang diulang-ulang setelah sholat jumat?

Jawaban:

 

  • Apa hukum sholat jumat di mesjid yang jauh sedangkan mesjid terdekat juga mengadakan sholat jumat?

Jawaban:

 

  • Apa hukum sholat Jum’at dengan  Dua Adzan?

Jawaban:

Di masa Nabi Muhammad saw adzan jum’at hanya 1 adzan dan 1 iqomah. Begitu juga di masa Khalifah Abu Bakar r.a. dan Umar r.a. Tetapi di masa khalifah Usman bin Affan jumlah umat islam menjadi sangat banyak dan sejak itu Usman bin Affan menambahkan 1 adzan lagi, sehingga menjadi 2 adzan dan 1 iqomah. Saat itu seluruh sahabat nabi tidak ada yang menentang sehingga ini adalah sunnah juga. Simak detailnya di video berikut:

(Bersambung)

Yang ingin membantu memberikan dalil silakan isi di bagian komentar yaa.

Memulai kembali Blog ini

Entah kenapa tiba-tiba ingin cek blog ini, setelah beberapa tahun saya biarkan terlunta-lunta. Cek satu per satu lalu tertawa sendiri, menertawakan blog ini, entah dimana lucunya.

Sebagai tanda dimulainya ngeblog lagi, saya mengganti tampilan blog ini dengan tema gratisan. Selama masih ada yang gratis tetep pake yang gratis. Hidup gratiiisss..

Smoga blog ini tidak terlunta-lunta seperti dulu.

Sekilas DSS (DECISION SUPPORT SYSTEM)

Pendahuluan

Sebagaimana kita tahu bahwa sistem informasi memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan kita. Sebagai salah satu contohnya, kita dapat melihat manager dari perusahaan-perusahaan yang ada dapat memperoleh sejumlah informasi yang sangat penting dengan adanya sistem informasi. Pada dasarnya, sistem informasi terbagi-bagi menjadi beberapa bagian misalnya Sistem Informasi Akuntansi, Sistem Informasi Manajemen, dan sebagainya. Secara garis besarnya sistem yang ada disesuaikan untuk kebutuhan informasi dari sejumlah besar manager. Dalam banyak kasus informasi ini kurang memadai untuk membuat keputusan yang spesifik untuk memecahkan permasalahan yang spesifik. Oleh karena itulah Sistem Pendukung Keputusan dibuat sebagai suatu cara untuk memenuhi kebutuhan ini.

Jenis-jenis Keputusan

  • Menurut Herbert A. Simon, ahli manajemen pemenang Nobel dari Carnegie-Mellon University, keputusan berada pada suatu rangkaian kesatuan (continuum) dengan keputusan terprogram pada satu ujungnya dan keputusan tak terprogram pada ujung yang lain.
  • Keputusan terprogram bersifat berulang dan rutin, sampai pada batas hingga suatu prosedur pasti telah dibuat untuk menanganinya sehingga keputusan tersebut tidak perlu diperlakukan de novo (sebagai sesuatu yang baru tiap kali terjadi).
  • Sedangkan keputusan tak terprogram bersifat baru, tidak terstruktur, dan jarang konsekuen.

Baru pada tahun 1971, istilah DSS diciptakan oleh G. Anthony Gorry dan Michael S. Scott Morton, keduanya professor MIT. Mereka merasa perlunya suatu kerangka kerja untuk mengarahkan aplikasi computer kepada pengambilan keputusan manajemen dan mengembangkan apa yang telah dikenal sebagai Gorry and Scott Morton Grid. Matriks (grid) ini, digambarkan pada gambar dibawah ini, didasarkan pada konsep Simon mengenai keputusan terprogram dan tak terprogram serta tingkat-tingkat manajemen Robert N. Anthony.

Matriks Gorry dan Scott MortonKerangka Kerja Decision Support (DS)

Decision Support System (DSS)

  • Definisi awalnya adalah suatu sistem yang ditujukan untuk mendukung manajemen pengambilan keputusan.
  • Sistem berbasis model yang terdiri dari prosedur-prosedur dalam pemrosesan data dan pertimbangannya untuk membantu manajer dalam mengambil keputusan. Agar berhasil mencapai tujuannya maka sistem tersebut harus: (1) sederhana, (2) robust, (3) mudah untuk dikontrol, (4) mudah beradaptasi, (5) lengkap pada hal-hal penting, (6) mudah berkomunikasi dengannya. Secara implisit juga berarti bahwa sistem ini harus berbasis komputer dan digunakan sebagai tambahan dari kemampuan penyelesaian masalah dari seseorang.
Definitions
  • Finlay (1994) and others define a DSS rather broadly as “a computer-based system that aids the process of decision making”.
  • Turban (1995) defines it more specifically as “an interactive, flexible, and adaptable computer-based information system, especially developed for supporting the solution of a non-structured management problem for improved decision making. It utilizes data, provides an easy-to-use interface,and allows for the decision maker’s own insights“.
  • For Keen and Scott Morton (1978),a DSS couples the intellectual resources of individuals with the capabilities of the computer to improve the quality of decisions (“DSS are computer-based support for management decision makers who are dealing with semi-structured problems”).
  • For Sprague and Carlson (1982), DSS are “interactive computer-based systems that help decision makers utilize data and models to solve unstructured problems”.

Sprague dan Carlson mendefinisikan DSS dengan cukup baik, sebagai sistem yang memiliki lima karakteristik utama (Sprague et.al., 1993):

  1. Sistem yang berbasis komputer;
  2. Dipergunakan untuk membantu para pengambil keputusan;
  3. Untuk memecahkan masalah-masalah rumit yang “mustahil” dilakukan dengan kalkulasi manual;
  4. Melalui cara simulasi yang interaktif;
  5. Dimana data dan model analisis sebagai komponen utama.

Karakteristik 4 dan 5 merupakan fasilitas baru yang ditawarkan oleh DSS belakangan ini sesuai dengan perkembangan terakhir kemajuan perangkat komputer.

Langkah-langkah Pengambilan Keputusan meliputi fase-fase

  • Intelligence = kegiatan untuk mengenali masalah, kebutuhan atau kesempatan
  • Design = cara-cara untuk memecahkan masalah / memenuhi kebutuhan
  • Choice = memilih alternatif keputusan yang terbaik
  • Implementasi yang disertai dengan pengawasan dan koreksi yang diperlukan

Proses Pengambilan Keputusan/Proses Pemodelan

Tujuan DSS

Perintis DSS yang lain di MIT, Peter G. W. Keen, bekerja sama dengan Scoot Morton untuk mendefinisikan tiga tujuan yang harus dicapai DSS. Mereka percaya bahwa DSS harus:

  • Membantu manajer membuat keputusan untuk memecahkan masalah semi-terstruktur.
  • Mendukung penilaian manajer bukan mencoba menggantikannya.
  • Meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan manajer daripada efisiensinya.

Tujuan-tujuan ini berhubungan dengan tiga prinsip dasar dari konsep DSS – struktur masalah, dukungan keputusan, dan efektivitas keputusan.

Fitur dari DSS

  • DSS dapat digunakan untuk mengawali kerja ad hoc, masalah-masalah yang tak diharapkan.
  • DSS dapat menyediakan representasi valid dari sistem di dunia nyata.
  • DSS dapat menyediakan pendukungan keputusan dalam kerangka waktu yang pendek/terbatas.
  • DSS dapat berevolusi sebagai mana halnya pengambil keputusan mempelajari tentang masalah-masalah yang dihadapinya.
  • DSS dapat dikembangkan oleh para profesional yang tak melibatkan pemrosesan data.
Mengapa menggunakan DSS?
  • Perusahaan beroperasi pada ekonomi yang tak stabil.
  • Perusahaan dihadapkan pada kompetisi dalam dan luar negeri yang meningkat.
  • Perusahaan menghadapi peningkatan kesulitan dalam hal melacak jumlah operasi-operasi bisnis.
  • Sistem komputer perusahaan tak mendukung peningkatan tujuan perusahaan dalam hal efisiensi, profitabilitas, dan mencari jalan masuk di pasar yang benar-benar menguntungkan.

6 alasan mengapa perusahaan-perusahaan utama memulai DSS dalam skala besar:

  • Kebutuhan akan informasi yang akurat.
  • DSS dipandang sebagai pemenang secara organisasi.
  • Kebutuhan akan informasi baru.
  • Manajemen diamanahi DSS.
  • Penyediaan informasi yang tepat waktu.
  • Pencapaian pengurangan biaya.
  • Alasan lain dalam pengembangan DSS adalah perubahan perilaku komputasi end-user. End-user bukanlah programer, sehingga mereka membutuhkan tool dan prosedur yang mudah untuk digunakan. Dan ini dipenuhi oleh DSS.
Contoh Kasus: Kabinet di Pemerintahan Mesir
  • 32 kementerian, setiap kementerian bertanggung jawab pada 1 departemen.
  • Diketuai seorang Perdana Menteri.
  • 4 Komite yang dibantu dengan staf.

IDSC (Information and Decision Support Center) untuk kabinet, tujuannya:

  • Mengembangkan informasi dan sistem dukungan bagi kabinet.
  • Mendukung pengadaan informasi terkelola bagi user dan pusat pendukung keputusan pada 32 kementerian.
  • Mengembangkan, mendukung, mengawali projek IS yang dapat mempercepat pengembangan Pemerintahan Mesir.
Diagram dari Organizational DSS (ODSS) dalam Pemerintahan Mesir
Berbagai DSS dibangun di dalamnya, tentu saja diantara mereka saling berelasi dan berhubungan.

Contoh:
  • DSS untuk perumusan kebijakan tarif.
  • DSS untuk manajemen utang.

Ringkasan ODSS di Pemerintahan Mesir:

  • DSS skala besar ini memiliki integrasi dengan sistem manajemen data secara ekstensif.
  • Sistem ini digunakan baik untuk keputusan yang bersifat ad hoc maupun yang berulang.

Daftar Pustaka

Sambilan bagi Operator Warnet

Gaji operator warnet di indonesia terbilang sangat kecil dan jauh dari memuaskan. Tapi seharusnya para operator warnet tidak kecil hati. Justru ada kelebihan dari profesi operator warnet. Apa itu? Informasi tanpa batas dari koneksi internet yang tak terbatas yang dinikmati operator warnet. Jika jeli, operator warnet bisa berpenghasilan lebih dari pekerja kantoran Tentunya bukan dari gajinya tapi dari peluang yang didapat dari internet itu sendiri. Informasi detail ada disini.

Belajar Bikin Web – Bagian 1

Sebelumnya saya tegaskan kalo tulisan ini dibuat bukan untuk mengajari, tapi lebih kepada persiapan sharing knowledge di Perusahaan tempat saya bekerja sekarang. Tapi saya senang sekali jika ada yang terbantu atau dapat mengambil manfaat dari tulisan ini.

Langsung saja, secara garis besar, dalam membuat aplikasi web, kita harus menentukan format bentuk tampilan utama dulu. Dulu saya menggunakan frame untuk desain awal ini, tapi sekarang saya lebih suka menggunakan tabel.

Simplenya seperti ini:

Disini adalah bagian header

Ini adalah bagian isi/inti

 

Disini adalah bagian footer

kodenya sebagai barikut:

Kode di atas adalah kode html biasa. Memang sesimple ini kok bikin web.
Tapi web kalau hanya HTML saja, kurang begitu bermanfaat karena hasilnya adalah web statis. Tidak ada interaksi dengan user. Untuk menjadikannya dinamis, kita membutuhkan program (server side dan client side).
Sebelum ke server side, kita harus menyiapkan Environmentnya (PHP,MySQL,Apache)
Saya sarankan untuk menggunakan yg paling mudah yaitu appserv Download disini.
Bagi yang belum tau cara menginstall appserv, silakan lihat video tutorial berikut ini

Bagaimana? Mudah bukan?
Bersambung…

Selamat Tinggal Mahasiswa UMPTB

Sebelumnya saya minta maaf karena tidak pamitan langsung dikelas, saya takut tidak tega meninggalkan kalian semua.

Sebagai mahasiswa, kalian harus bisa belajar otodidak. Saya yakin suatu saat kalian bisa melampaui dosen-dosen kalian.

Pesan saya, kalian harus tetap kompak dalam kebenaran, makin antusias dalam belajar terutama belajar program. Yang dibutuhkan didunia kerja saat ini adalah php dan mysql, JAVA, Visual.NET(Visual Basic.NET, Visual C#.NET, Visual C++.NET) dan SQLServer, AJAX, FoxPro, Delphi, Oracle, dan lainnya.

Nantinya perusahaan tidak melihat nilai pada transkrip kalian, tetapi kalian akan dites dengan kasus yang real dan dinilai saat itu juga. Tingkatkan kemampuan anda, jangan terpaku pada nilai akademis.

Semoga kita masih bisa berjumpa lagi. Wassalam.